MANTA RAY NUSA PENIDA

Hai Kawan,

Tidak lengkap menjelajah Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan tanpa melihat keindahan bawah lautnya. Hari itu penjelajahan bawah laut jauh sampai ke Nusa Penida.

Malam telah lewat, hari kedua pun datang. Pada hari kedua itu saya tidak harus berurusan dengan motor tua sewaan sepanjang hari. Setelah sarapan, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti sebuah paket setengah hari perjalanan laut. Tidak saja disekitar Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, tapi jauh sampai ke perairan Nusa Penida.

Cuaca sedikit mendung dan hujan gerimis. Ombak sedikit lebih besar dan beberapa kali menghantam kapal yang saya tumpangi. Saya pun harus pindah tempat duduk ke bagian belakang kapal untuk menghindari cipratan air. Syukurlah, satu jam kemudian saya sampai di Manta Point di perairan Nusa Penida.

Manta Point sejak dulu dikenal sebagai padang plankton bagi Manta Ray. Beruntung pagi itu rombongan saya yang pertama kali tiba, sehingga sempat bertemu tiga ekor Manta. Konon sebelumnya sangat mudah menemukan Manta Ray di tempat ini. Tidak hanya karena jumlahnya banyak, Manta Ray juga lebih akrab dengan manusia. Kita tidak perlu berenang. Mereka yang akan menghampiri. Tetapi akibat semakin tinggi tingkat kunjungan dan tingkah laku pengunjung yang tidak bertanggung jawab, Manta Ray pun menjauh. Hasilnya, hari itu saya harus berenang di laut berombak, dingin, sedalam lima meter untuk dapat melihat Manta Ray dari dekat. Perjuangan itu pun terbayar saat melihat mereka ‘terbang’ di kedalaman laut. Cantik!

2 penida1

Puas bertemu Manta, saya dan rombongan bergerak ke Cristal Bay yang juga di sekitar Nusa Penida. Perairan ini jauh lebih tenang karena terletak di selat antara Nusa Penida dan Nusa Ceningan. Sesuai dengan namanya, air laut Cristal Bay sebening Kristal. Walau tak banyak koral, ikan laut warna-warni terlihat jelas. Saya tidak terlalu lama snorkeling karena air laut sangat dingin.

Lokasi terakhir adalah Mangrove Point yang terletak di perairan Nusa Lembongan. Airnya hangat dengan ombak yang cukup besar. Disebut sebagai Mangrove Point karena terletak tepat di depan hutan Mangrove Nusa Lembongan. Hutan yang juga bisa dijelajahi dengan menggunakan kapal. Kondisi lautnya bersih dengan koral membentang di dasar laut dan ikan yang lebih bervariasi. Butuh sedikit tenaga ekstra untuk snorkeling di perairan yang berombak.

2 penida2

Selesai sudah perjalanan dua hari saya di Lembongan dan Ceningan. Sebelum kembali saya makan siang di Dream Beach, masih di Lembongan. Pantai berpasir putih halus itu juga jadi salah satu tempat favorit untuk berenang walaupun harus berhati-hati dengan ombak yang besar. Ayunan dengan papan kayu bertuliskan ‘Welcome to Dream Beach’ menjadi ikon dari pantai itu.

2 penida3

Terakhir kali saya memacu motor tua dari Dream Beach menuju Mushroom Beach. Pukul 14.00, setengah jam lagi kapal cepat saya kembali ke Pantai Sanur. Kunjungan singkat yang menyenangkan di Lembongan dan Ceningan mengingatkan saya akan Bali masa silam. Jalanan seadanya, kendaraan terbatas, bangunan komersial sangat sedikit, dan pengunjung tidak banyak. Yang paling terkesan adalah kesederhanaan Lembongan dan Ceningan nan indah yang cukup saya jelajahi dengan sebuah motor tua berwarna merah.

Ikuti penjelajahan saya berikutnya. Klik JELAJAH untuk menerima notifikasinya lewat email.

@kawanjelajah

#ayojelajahindonesia

Terima Kasih Mas Tatang sudah mengedit artikel ini untuk Sriwijaya in flight Magazine edisi Januari 2016.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s