Ranca Buaya, Santolo, & Sayang Heulang, Deretan Pantai Indah di Garut Selatan

Hai Kawan,

Deretan pantai dan pegunungan menuju Pameungpeuk menjadi tebusan dari perjalanan yang panjang. Perjalanan mengungkap keindahan Garut Selatan.

Dari kota Garut, perjalanan menuju Pameungpeuk, Garut Selatan, sudah menjadi petualangan tersendiri. Jalanan pegunungan yang menanjak dan berkelok-kelok diantara perkebunan teh serta kabut yang muncul pada saat cuaca kurang bagus. Dilanjutkan turun gunung dengan kebun-kebun sayur di kiri kanan daerah Batu Tumpang. Kembali menanjak dan membelah hutan dan tebing Gunung Gelap.

Setelah dua jam perjalanan memasuki Pameungpeuk, tetapi perjalanan saya belum berakhir. Kembali menyusuri jalan lintas Selatan. Naik turun diantara ladang-ladang terbuka yang terbentang sejauh mata memandang. Saat mencapai puncak bukit, Laut Selatan terlihat dan kemudian menghilang lagi ketika jalanan menurun melewati jembatan-jembatan yang menyeberangi sungai. Di sekitar sungai, hamparan tanah coklat berganti kehijauan sawah dengan pohon kelapa dan pantai sebagai latar belakang. Lalu kembali menjadi tanah coklat ladang yang belum ditanami saat melewati bukit.

pameungpeuk03

Setelah satu jam pejalanan, Puncak Guha jadi persinggahan pertama. Sebuah lubang yang terbentuk karena abrasi air laut menembus dari dinding tebing sampai ke atas. Lubang ini menjadi rumah bagi burung Walet dan Kelelawar. Di depan terhampar laut, di belakang ladang-ladang berbukit. Perpaduan warna biru dan coklat yang kontras. Sejenak saya beristirahat di gazebo Puncak Guha dan menikmati pemandangan berbatas horison ditemani angin laut.

pameungpeuk01

Perjalanan saya melintasi jalur Selatan berakhir di Pantai Ranca Buaya, yang juga menjadi tempat menginap malam ini. Tersedia berbagai pilihan tempat untuk menginap. Motel dan cottage banyak berdiri di sepanjang Pantai Ranca Buaya. Setelah memilih salah satu penginapan, saya menikmati saat matahari tenggelam di ufuk Barat ditemani ikan bakar segar hasil tangkapan tadi pagi. Sayang cuaca tidak terlalu cerah sejak siang tadi. Awan menutupi matahari yang mulai tenggelam.

Pagi hari terbangun saat nelayan baru saja kembali dari melaut. Menyusuri pinggiran pantai Ranca Buaya yang mempunyai karakteristik yang berbeda. Hamparan pasir tempat nelayan melabuhkan kapal, karang-karang tajam dengan ombak yang cukup besar, dan juga tebing bebatuan. Anak-anak Pantai Ranca Buaya mengisi pagi dengan bermain bola dan layangan.

pameungpeuk02

Setelah sarapan kembali saya menyusuri jalan lintas Selatan. Kembali ke arah Pameungpeuk dengan tujuan Pantai Santolo. Sebelum memasuki pantai, area tempat peluncuran roket akan dilewati, dan kemudian berakhir di parkiran pasar ikan. Karena perut sudah terasa lapar, saya terlebih dahulu singgah di salah satu warung makan yang banyak berdiri di sepanjang pantai. Pilihan menu adalah ikan bakar. Ikan bakar paling segar yang pernah saya makan. Selanjutnya untuk menuju Pantai Santolo harus menyeberangi sungai, yang bermuara di pantai, dengan perahu. Kemudian berjalan kaki menjelajahi hamparan pasir, karang, dan dermaga peninggalan Belanda.

pameungpeuk04

Puas di Pantai Santolo, penjelajahan dilanjutkan ke Pantai Sayang Heulang. Tidak jauh dari Pantai Santolo. Hamparan pasir yang bersatu dengan karang-karang berselimut rumput laut menjorok sampai ke tengah laut. Beberapa ekor ikan terjebak di kolam-kolam kecil yang terbentuk saat laut surut. Penduduk lokal yang bekerja sebagai pencari rumput laut dan ikan menyusuri karang sampai ke tengah, menghadang ombak yang cukup besar dan pecah menghantam karang.

Untuk sampai ke Garut Selatan memang dibutuhkan waktu yang cukup panjang. Tetapi suguhan pantai-pantai di Laut Selatan dan pemandangan saat perjalanan menuju ke sana menjadi upah yang sebanding. Jadi luangkan waktu kamu untuk menjelajah keindahan Garut Selatan dan kamu tidak akan menyesal.

@kawanjelajah

#ayojelajahindonesia

Terima kasih untuk Dino, Andre, Kiki, dan alm. Addo yang sudah bergabung di Jelajah Garut Selatan bersama @kawanjelajah

Iklan

4 pemikiran pada “Ranca Buaya, Santolo, & Sayang Heulang, Deretan Pantai Indah di Garut Selatan

  1. Bro…ditunggu tulisan mengenai susur pantai selatan jabar – jateng…banyak hal yg bisa diamati selain pantai2nya yg masih asli 🙂

    Suka

  2. saya sempat ke santolo & sayang heulang pas libur 17-an kemarin… sayang lagi musim kemarau, jadi ngga liat pemandangan sawah-sawah hijau… tapi kalo jarak dari garut kota-pantai, memang jauh nya banget-banget… heheh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s